Selasa, 29 Januari 2013

Saddha Bala : Kekuatan Keyakinan.

Kisah Sarana Gamana Thera ;
Pd zaman Buddha Anomadassi ; seorg lelaki miskin merawat kedua ortunya yg buta dgn penuh perhatian.Ia tdk dapat berdana kpd Buddha. Kepada Siswa Utama Buddha, ia berlindung kpd Tiratana, dan berkeyakinan kpd Tiratana sampai akhir hidupnya, maka Ia telah mengumpulkan karma baik yg tak terhingga jumlahnya. Karena perbuatan baik ini, Ia terlahir dan terlahir di alam Surga dan alam manusia dalam kalpa yg tak terhitung dan seratus ribu siklus bumi, tanpa pernah terlahir di alam rendah.
Pd kelahiran terakhirnya, Ia terlahir sbg putra org kaya di Savatthi. Di usia 7 thn, saat bermain dgn teman2nya bermain di vihara. Seorg Bhikkhu mempersilahkan mereka duduk dan memberi mereka mengambil perlindungan kpd Tiratana dan pd saat Ia mengucapkan ," Buddham Saranam Gacchami, Dhammam Saranam Gacchami, Sangham Saranam Gacchami ". Ia tercerahkan Sempurna, Arahat yg dapat menikmati kebahagiaan Nibbana selamanya. Ia menjadi seorg Bhikkhu yg dikenal dgn nama "Sarana Gamana Thera".
Kisah Matakundalini, anak seorg hartawan yg sangat kikir, yg pd detik2 terakhir hidupnya, berkesempatan "berkeyakinan" kpd Sang Buddha. Ia terlahir di alam Dewa Tavatimsa.

Ketika Yaksa Alavaka bertanya kepada Sang Buddha, apakah harta yg paling berharga yg dapat dimiliki seorang manusia, Sang Buddha menjawab, "Saddha : Keyakinan" , adalah harta yg paling berharga yg dapat dimiliki oleh seorang manusia.

Kayakinan : Saddha adalah pelopor dan pemimpin dr faktor2 batin yg baik. Karna Keyakinan kpd Tiratana, kita bertekad melaksanakan Pancasila & Atthasila. Karna Keyakinan kpd Tiratana, kita melaksanakan Dana, Sila, Samadhi, Panna. Karna Keyakinan pd Ajaran Buddha, km berbagi Dhamma, Keyakinan di fb dan di mana aja.

Senantiasa ulangi dalam batin kita ; Aku berlindung pd Buddha Dhamma Sangha selama2nya sampai tercapainya Nibbana, Smoga Keyakinan Saya kpd Tiratana tak tergoyahkan sampai tercapainya Nibbana.(kuatkan dalam batin, ulangi2). Terapkan Ajaran Buddha dalam kehidupan sehari2.

Ada tips bagi Sahabat2 yg menghadapi permasalahan apa saja ( di ajarkan oleh Bhante Pembina kami ) yaitu pembacaan Buddhanussati sebanyak umur + 1 , mis umur 32thn dibaca 33 x, selama 1 bulan. Sudah banyak yg melakukannya dan manjur, mudah2an juga bagus utk Sahabat2 karna merupakan perbuatan baik Perenungan terhadap Buddha. Saddha : Keyakinan dapat mematangkan karma2 baik.

Smoga bermanfaat..., Sadhu........

Hidup Saat Ini

Hidup Saat ini

Dalam suatu waktu Sang Buddha mengajar Dhamma kepada para siswanya dengan kalimat yang sangat indah

Masa lalu adalah kenangan belaka,
masa yang akan datang adalah suatu rencana yang mungkin tidak terjadi.
Hidup adalah saat ini



Kalimat ini sangat realistis namun untuk merealisasikannya mungkin terasa sangat sulit.

Banyak sekali orang yang merasa tidak tenang, banyak pikiran karena memikirkan masa depannya. Kecemasan ini timbul karena ketidaktahuan apa yang akan terjadi, karena kemelekatan pada kondisi sekarang misalnya takut kehilangan pekerjaan, harta, relasi dan sebagainya.

Untuk itu banyak yang sering berkonsultasi mencari tukang ramal, astrolog, orang pandai, dukun dan sebagainya. Belum tentu yang diajak konsultasi itu benar-benar bisa meramal, banyak juga yang hanya menipu untuk mendapatkan uang. Hal demikian sudah sering kita dengar beritanya di berbagai media. Namun tetap saja ada yang tergoda untuk mencari jalan pintas. Nah, ada juga yang ternyata terbukti bisa meramal sehingga menghasilkan kepuasan bagi orang tersebut. Kemudian pertanyaannya, apakah dikemudian hari orang tersebut tidak akan cemas lagi? Selanjutnya apa yang akan dilakukannya jika ternyata merasa cemas lagi?

Selain cemas dengan masa depan, terdapat juga orang yang selalu menyesali apa yang telah berlalu, tidak puas dengan apa yang sudah terjadi sehingga hidup selalu dibayang-bayangi masa lalu nya yang tentunya menghambat kemajuan dirinya.

Hidup saat ini adalah berusaha menjadikan saat ini sebagai saat yang berkualitas dalam hidup. Seseorang pada saat ini harus berusaha secara maksimal dalam bertindak, berbicara maupun berpikir. Hidup saat ini bukan berarti menolak masa depan maupun masa lampau.

Justru masa depan harus dijadikan pedoman atau tujuan hidup yang dicapai dengan meningkatkan kualitas hidup maupun usaha pada saat ini. Masa lampau juga harus diterima sebagaimana adanya, suka maupun duka untuk dijadikan pelajaran dan diperbaiki di masa sekarang. Jadi, masa sekarang atau saat ini sangatlah penting untuk bertindak yang terbaik agar dapat memperbaiki masa lampau serta membangun masa depan yang cerah.

Kalau kita tidak memahami kalimat itu maka akan muncul pandangan yang keliru tentang agama Buddha. Hidup saat ini seolah-olah hanya diarahkan untuk hidup pasrah, tidak punya harapan, kosong, hanya menerima apa yang ada. Kalimat ini sering disalah artikan oleh orang yang belum memahami ajaran agama Buddha. Sehinga mempunyai pandangan bahwa agama buddha itu pesimis, tidak ada gairah hidup, loyo, hampa.

Memang sang Buddha dan para siswa Arya pernah berpesan, “hidup saat ini” tetapi bukan berarti agama Buddha tidak mengajarkan tentang misi dan visi. Ketika saat ditanya mengapa makhluk-makhluk mulia yang telah mengembangkan pikiran, mereka kelihatan demikian tentang dan bersinar? Sang Buddha menjawab

Mereka tidak sedih pada masa lalu,
mereka tak mengejar apa yang belum datang.
Saat sekarang cukup buat mereka
karenanya mereka demikian bercahaya.



Merindukan masa depan,
menyesali masa lalu,
dengan cara ini orang dungu merana
seperti ilalang yang dibakar.



Ingat bahwa

hari ini adalah anak masa silam, dan bapak masa depan.
Kemarin hanyalah sejarah, hari esok cuma lamunan.



Hari ini yang dijalani dengan baik akan membuat setiap hari kemarin menjadi sejarah yang indah, dan setiap hari esok adalah visi harapan dan kebahagiaan. Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah tidak kekal, karena itu berusahalah dengan sungguh-sungguh. Jalanilah hari ini dengan baik.

Resep hidup bahagia dan sukses terletak pada apa yang dilakukan pada saat ini, kita jangan cemas pada masa lalu dan masa depan. Kita tidak dapat kembali ke masa lalu untuk membetulkan apa yang telah kita kerjakan pada masa yang lalu, dan kita juga tidak dapat memastikan apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Karena kondisi dunia yang terus menerus berubah, maka hanya ada satu momen yang bisa dikendalikan secara sadar dengan berlaku benar adalah saat ini.

Demikianlah resep telah disampaikan melalui Dhamma oleh Sang Buddha. Semoga resep ini selalu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah obat tidak akan berguna jika kita hanya memiliki saja. Milikilah obat itu dan telanlah obat tersebut maka kau akan segera sembuh dari penyakit. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi kita semua. Sadhu…! Sadhu… ! Sadhu…!


* dikutip dari aneka sumber


PS: berikut adalah kutipan perkataan tokoh yang pernah mengungkapkan kata-kata yang berhubungan dengan topik tulisan ini.

Saya tidak memikirkan ceritaku atau apa yang akan terjadi masa depan. Saya cuma berpikir bahwa ini adalah sebuah momen yang mesti kami bingkai dan kenang. Saya hidup di masa kini dan hari ini sungguh luar biasa. Saya tidak memikirkan masa depan.

Asal Mula Naga

Naga sebagai mahluk yang mempunyai karma baik dan telah mencapai pembinaan kehidupan spiritual tahap tertentu, karena mereka telah melatih pembinaan spiritual yang sangat lama. Pencapaian spiritual yang lama ini menjadikan kaum naga memperoleh berkah dan kedudukan yang terhormat.

Pencapaian dan karma baik yang dimiliki kaum naga, menjadikan banyak naga yang mendapatkan kesempatan untuk mengabdikan dirinya secara langsung sebagai pendamping dan pelindung Buddha, Bhodisatva, dan para mahluk suci lainnya. Sering kita melihat gambar Bodhisatva Kwan-Im sedang berdiri diatas naga yang mengantarkan kemana Sang Dewi pergi.

Kaum naga memiliki berbagai macam ras yang berbeda-beda, dan setiap ras terbagi dalam dua gender yaitu lelaki dan wanita. Dimana naga lelaki mempunyai tanduk yang membesar dibagian atasnya, tetapi naga wanita mempunyai tanduk yang lebih ramping dan kadang mengecil dibagian atasnya.

Selain itu naga lelaki mempunyai janggut yang berkilauan seperti mutiara di dagu dan pada lehernya. Dan naga wanita akan tampak berbeda pada bentuk hidungnya, yang lebih lurus. Dagu dan lehernya tidak memiliki janggut.

Perlambangan energi naga pada Fung-Shui diakui energinya sebagai salah satu pelindung di sebelah kiri dan pembawa energi keberuntungan dengan perlambangan warna hijau atau biru. Sedangkan di sebelah kanan di lambangkan dengan energi macan. Penyatuan kedua energi yang saling melengkapi dapat membentuk suatu energi chi yang baik.

Pada aliran Fung-Shui yang melambangkan arah angin dan musim, dikenal dengan istilah Naga Biru. Yang berarti naga timur dan merupakan perlambangan dari musim spring, dan awal tahun. Macan putih yang berarti macan barat dan merupakan perlambangan arah barat.

Naga merupakan salah satu dari mahluk alam lain yang sangat unik dalam memilih lokasi. Mereka tidak akan sembarang, bahkan dapat dibilang benar-benar sangat berhati-hati dalam menilai dan memperhitungkan lokasi tempat kediamannya. Sehingga tempat dan lokasi yang disukai oleh kaum naga, biasanya akan memiliki energi chi yang sangat tinggi dan baik.

Kelebihan dari kaum naga ini, yang menjadikan kaum naga dikenal memiliki banyak energi berkah dan rejeki yang berlimpah dibandingkan mahluk lainnya. Sehingga beberapa Master Fung Shui yang dapat mengetahui keberadaan naga, akan mempertimbangkannya sebagai suatu kelebihan yang sangat positif.

Inilah beberapa contoh tempat yang lebih disukai oleh kaum naga:

1. Tempat dimana terdapat pohon yang pernah disambar petir dan terbakar.
2. Di laut pada bagian tengah teluk, biasanya ditandai dengan motif ombak yang seperti sisik naga.
3. Di dekat pinggir pantai yang terdapat banyak batu karang yang menonjol di permukaan laut.
4. Di danau yang tenang dan bersih di gunung ataupun di kaki gunung.
Kelima, di dalam gua, dimana sering muncul pelangi di atas atau dari
dalam mulut gua.

Karena pada umumnya tempat yang disukai Naga sangat erat hubungannya dengan elemen air. Maka naga banyak dihubungi dengan dewa hujan dan batara indra, dewa halilintar (li-kong). Hal ini erat hubungannya dengan cara fung -shui yang mempergunakan unsur air sebagai pembawa energi berkah dan kekayaan.

Untuk menjadi naga diperlukan pembinaan yang tidak mudah, dan waktu yang sangat lama. Salah satu jenis naga berasal dari ular air. Ular air bilamana telah bermeditasi selama 500 hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Ular-Ikan ( ½ Ular ½ Ikan) dimana kepalanya masih berupa ular, tetapi tubuhnya mulai membesar sedikit dan sisiknya membesar seperti ikan, juga ekornya mulai berupa ekor ikan.

Ular-Ikan ini bila melanjutkan meditasinya selama 500 tahun hingga 1000 tahun, maka akan berubah menjadi Ikan-Naga ( ½ Ikan ½ Naga ). Ikan-Naga mempunyai tubuh dan ekor seperti ikan, tetapi kepalanya membesar dan telah menyerupai kepala naga. Pada tahap ini ada juga yang telah menampakkan tanduk kecil di atas kepalanya.

Di Indonesia, Ikan-Naga ini banyak dijumpai di daerah pantai selatan pulau jawa dan bali, karena berkah yang dimiliki Ikan-Naga ini maka banyak penduduk setempat menghormati Ikan-Naga agar dapat diberikan hasil ikan yang berlimpah dan bebas dari wabah penyakit menular.

Ikan-Naga juga mempunyai unsur air yang sangat kuat, sehingga oleh masyarakat jawa di masa lampau banyak diundang sebagai energi yang dapat mencegah terjadinya kebakaran terlebih-lebih dimusim kemarau yang panjang.

Ikan-Naga yang melanjutkan meditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun, akan berubah menjadi Naga Tanpa Tanduk. Seluruh tubuhnya sempurna menjadi naga, dengan warna yang menyerupai biru kehijauan. Walaupun ada juga yang telah mempunyai tanduk, tetapi tanduk dikepalanya masih sangat kecil sekali.

Naga tanpa tanduk ini banyak di jumpai dalam hiasan kerajaan-kerajaan di tanah jawa pada masa lampau. Dimana energi yang terpancar dari naga tanpa tanduk dapat menambah pamor dan wibawa dari tempat yang di diaminya.

Naga Tanpa Tanduk akan menjadi Naga Bertanduk bilamana dapat bermeditasi selama 500 tahun hingga 1000 tahun lagi.

Naga Bertanduk mempunyai tanduk besar yang sempurna, dan ditumbuhi janggut panjang yang berkemilauan seperti pearl. Naga Bertanduk pada tingkat ini sebagian telah dapat terbang di angkasa tetapi kemampuan jangkauannya masih terbatas.

Dibutuhkan meditasi sedikitnya 1000 tahun untuk mencapai Naga Emas yang sempurna, tubuhnya dapat berubah warna seperti: cahaya emas, ataupun warna matahari. Naga Emas dapat terbang kesegala penjuru alam, walaupun tampaknya tidak mempunyai sayap. Adapula jenis naga lainnya yang tampak memiliki sayap di badannya.

Tidak banyak naga yang dapat mencapai tingkat Naga Emas. Salah satunya dapat kita lihat sebagai pengikut Bunda Mulia yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia dan mendapat tugas untuk memegang dan menjaga Pusaka Stempel Perintah Bunda Mulia. Selain itu banyak pula naga-naga lainnya yang mengabdikan dirinya untuk menjaga dan menjunjung tinggi perintah Bunda Mulia.

Salah satu kursi tahta Bunda Mulia merupakan jelmaan dari 12 naga, dan jubah dan tongkat Kebesaran Bunda Mulia juga merupakan jelmaan dari naga-naga emas. Pada saat Bunda Mulia menampakkan dirinya di gunung Kun-Lun, 12 naga menjelma sebagai alas duduk Teratai Emas Bunda Mulia. Pada bagian atas Teratai emas Bunda Mulia tampak sinar putih bagaikan cahaya matahari dan sinar emas bagaikan cahaya rembulan. Cahaya ini merupakan sinar dari tubuh dan janggut naga yang menjelma sebagai Teratai Emas.

Masih banyak lagi kisah naga yang mengabdikan dirinya pada Bunda Mulia, Bodhisatva, pewaris ajaran dan murid Bunda Mulia. Hasil meditasi dan karma baik dari kaum naga, menjadikan kaum naga memiliki berkah dan energi rejeki yang luar biasa banyaknya. Hal ini membuat kaum naga banyak di hormati dan di berikan persembahan oleh manusia. Semua ini bertujuan, agar kiranya sang naga sudi melimpahkan berkah keberuntungan yang dimilikinya.

Kaum naga juga dapat mengerti bahasa burung dan binatang lainnya. Dimana ada suatu cerita legenda yang menjelaskan bilamana seseorang memakan hati naga, dia dapat mengerti bahasa binatang. Kepercayaan ini tidak hanya dipercayai oleh masyarakat China terdahulu, tetapi juga di indonesia. Cerita tentang hati naga yang menjadikan seseorang mengerti bahasa binatang juga dipercayai oleh penganut kepercayaan jawa kuno di Indonesia.

Kisah ini mungkin telah menjadi legenda di tanah jawa, kisah hati naga dapat dilihat pada cerita Aji Saka. Aji Saka merupakan orang pertama yang menginjak tanah jawa dan sebagai nenek moyang manusia di tanah jawa.

108 Kata Perenungan Oleh Master Cheng Yen

1. Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain.

2. Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.

3. Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan: berbakti kepada orangtua dan melakukan kebajikan.

4. Jika ingin meningkatkan kebijaksanaan, kita mesti membebaskan diri dari sifat kemelekatan dan keraguan.

5. Cita-cita boleh saja tinggi dan jauh kedepan, namun langkah yang diperlukan untuk itu, harus diterapkan sejak sekarang.

6. Jangan mengenang terus jasa yang telah diberikan, jangan melupakan kesalahan yang pernah dibuat. Lupakanlah dendam yang ada di dalam hati, namun jangan melupakan budi baik yang pernah diterima.

7. Keinginan yang belebihan, selain mendatangkan penderitaan juga sering menggiring orang melakukan perbuatan yang mendatangkan karma buruk.

8. Jangan takut terdorong oleh orang-orang yang lebih mampu dari kita. Karena dorongan tersebut akan memberi semangat untuk terus maju.

9. Orang tidak mempunyai hak milik atas nyawanya, melainkan hanya memiliki hak untuk menggunakannya.

10. Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, lakukankalh perbuatan baik meskipun kecil.

11. Lahan batin manusia bagaikan sepetak sawah, bila tidak ditanami dengan bibit yang baik, tidak akan bisa menuai hasil yang baik.

12. Orang berbudi luhur mempunyai tujuan hidup, sedang orang yang berpikiran sempit menganggap hidup sebagai tujuan.

13. Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat.

14. Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran, pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.

15. Dengan memiliki keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.

16. Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat mencintai orang di seluruh dunia.

17. Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.

18. Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari.

19. Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orangtua.

20. Jika enggan mengerjakan hal kecil, maka kita pun akan sulit menyelesaikan tugas yang besar.

21. Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian harus lemah lembut, dan hati harus peka.

22. Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.

23. Keserakahan, kebencian, dan kebodohan merupakan 3 racun dalam kehidupan manusia. Atasi keserakahan dengan berdana, kebencian dengan hati yang welas asih, dan atasi kebodohan dengan kebijaksanaan.

24. Penyesalan adalah pengakuan dari hati nurani, dan dapat juga dikatakan sebagai pembersihan terhadap kekotoran batin.

25. Berdana bukanlah hak khusus yang dimiliki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.

26. Hidup manusia tidak kekal. Bersumbangsihlah pada saat Anda dibutuhkan, dan lakukanlah selama Anda masih bisa melakukannya.

27. Jadilah orang yang tidak mengandalkan kekuasaan, status social, dan harta kekayaan dalam menjalani hidup.

28. Malapetaka dan bencana yang melandai dunia, sebagian besar merupakan hasil perbuatan orang-orang yang sehat jasmaninya, namun cacat rohaninya.

29. Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.

30. Ada tiga “tiada” di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, dan tiada orang yang tidak bisa saya maafkan.

31. Pikiran dan perilaku kita sendiri yang menciptakan dan menentukan surga dan neraka.

32. Sumber penderitaan manusia ada 3, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kebodohan.

33. Penyakit pada tubuh tidaklah menakutkan, batin yang sakit justru lebih mengerikan.

34. Kebijaksanaan diperoleh dari bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Apabila ia menghindar dari masalah yang ada, maka ia pun tidak akan dapat mengembangkan kebijaksanaannya.

35. Sumber dari kerisauan hati adalah keinginan manusia untuk selalu “memiliki”.

36. Ada sebagain orang yang sering merasa risau, akibat perkataan buruk orang lain yang sebenarnya tidak perlu dihiraukan.

37. “Keserakahan”, selain membawa penderitaan, juga akan menjerumuskan manusia ke dalam penderitaan.

38. Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan.

39. Setiap hari merupakan lembaran baru dalam hidup kita, setiap orang dan setiap hal yang ada di dalamnya merupakan kisah-kisah yang menarik.

40. Bila kita selalu ragu dan tidak memiliki tekad yang kuat, walaupun jalan yang benar telah terbentang di depan mata, kita tetap tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.

41. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang penuh dengan cinta kasih.

42. Dengan menjaga tutur kata dan bersikap dengan baik, maka kita akan menjadi orang yang disenangi dan dicintai orang lain.

43. Mengernyitkan dahi dan tersenyum, keduanya sama-sama merupakan sebuah ekspresi, mengapa tidak tersenyum saja?

44. Hati hendaknya bagaikan bulan purnama yang bersinar terang. Hati hendaknya juga seperti cakrawala luas dengan langit yang cerah.

45. Niat baik yang tidak dilaksanakan sama halnya seperti bertani tanpa menebarkan benih. Hal ini hanya menyia-nyiakan kesempatan baik yang ada.

46. Setiap hari kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua dan semua makhluk. Jangan melakukan sesuatu yang mengecewakan mereka.

47. Memberi dan melayani jauh lebih berharga dan membahagiakan daripada diberi dan dilayani.

48. Tidak peduli seberapa jauh jalan yang harus ditempuh dan selalu berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki, inilah yang disebut dengan keuletan.

49. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang mampu mencintai dan dicintai orang lain.

50. Sebaik apa pun hati seseorang, bila tabiat dan tutur katanya tidak baik, maka ia tidak dapat dianggap sebagai orang baik.

51. Kasih sayang yang mengharapkan pamrih tidak akan bertahan lama. Yang akan bertahan selamanya adalah kasih sayang yang tak berwujud, tak ternoda, dan tanpa pamrih.

52. Cinta kasih harus bagaikan seduhan the wangi dengan komposisi yang pas. Bila terlalu pekat akan terasa pahit dan kita tidak dapat meminumnya.

53. Hadiah paling berharga di dunia ini adalah hadiah berbentuk maaf.

54. Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik dan lakukanlah perbuatan baik.

55. Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tak terhingga.

56. Kesuksesan hidup selama puluhan tahun merupakan akumulasi perilaku setiap hari, maka setiap hari kita harus menjaga perilaku dengan sebaik-baiknya.

57. Semua manusia takut mati, takut menderita, apakah makhluk hidup lain tidak merasa takut juga? Oleh karena itu, kita harus melindungi semua makhluk hidup dan menghargai kehidupan.

58. Marah adalah menghukum diri sendiri atas kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.

59. Hendaknya kita bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.

60. Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.

61. Bekerja untuk hidup sangat menyiksa, hidup untuk bekerja sangat menyenangkan.

62. Sumber penderitaan manusia adalah nafsu keserakahan untuk memiliki. Bila tidak bisa memperoleh yang diingankannya, dia akan menderita, namun bila telah memperolehnya, dia juga akan menderita karena takut kehilangan.

63. Kesederhanaan adalah keindahan, keserasian adalah keanggunan.

64. Hakekat terpenting dari pendidikan adalah pewarisan cinta kasih dan rasa syukur, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

65. Kita hendaknya bersyukur kepada bumi yang menyediakan sumber daya alam sehingga kita dapat melanjutkan kehidupan, dan bersyukur kepada leluhur yang telah menyediakan lahan dan mengajarkan kita bagaimana cara untuk bertahan hidup.

66. Hati yang dipenuhi rasa syukur akan membangkitkan rasa haru. Rasa haru merupakan dorongan untuk melakukan kebajikan.

67. Bila dituduh orang lain, terimalah dengan rasa syukur. Bila menemukan kesalahan orang lain, sadarkan dengan sikap menghargai.

68. Bersyukurlah kepada orang yang menerima bantuan kita, karena mereka memberikan kesempatan baik bagi tercapainya pembinaan rasa cinta kasih kita.

69. Merupakan suatu berkah apabila sesama manusia dapat saling menghargai dan saling bersyukur.

70. Dengan berjiwa besar, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di dunia ini. Bila berjiwa sempit, walaupun kesenangan berlimpah, kita akan tetap merasa menderita.

71. Mengurangi nafsu keinginan dan memperluas cinta kasih, kehidupan akan dilalui dengan gembira, nyaman dan bebas tanpa beban.

72. Pandai menempatkan diri dan berpikir demi orang lain adalah sikap orang yang penuh pengertian.

73. Pada umumnya orang lebih dapat menanggung beban kerja yang berat daripada menanggung kebencian, namun orang yang berkepribadian mulia adalah orang yang dapat melupakan kebencian.

74. Cara berterima kasih dan membalas budi kepada bumi adalah dengan terus mempertahankan konsep pelestarian lingkungan.

75. Intropeksi dirilah bila mendapat kritikan orang lain. Jika salah harus diperbaiki; bila tidak bersalah, cobalah untuk menerimanya dengan lapang dada.

76. Berjiwa besar menerima kekurangan orang lain merupakan suatu hal yang luar biasa di tengah hal yang biasa.

77. Binalah cinta kasih yang tulus dan murni. Hati tidak akan risau bila tidak mengharapkan pamrih atau merasa rugi dalam memberikan cinta kasih.

78. Menghibur orang dengan kata-kata yang baik dan lembut, melerai perselisihan dengan kata-kata bijaksana dan membantu kesulitan orang lain dengan tindakan nyata, inilah yang dinamakan berdana.

79. Selalu mengejar kenikmatan materi adalah sumber penderitaan manusia. Menderita bila tak bisa memperolehnya, dan bila bisa memperolehnya akan merasa belum puas. Semuanya merupakan penderitaan yang tak akan pernah berakhir.

80. Mampu merasakan kebahagiaan orang lain seperti kebahagiaan sendiri adalah kehidupan yang penuh dengan kepuasan dan paling kaya akan makna.

81. Jangan menganggap enteng perbuatan baik sekecil apa pun, karena bila terhimpun menjadi satu merupakan bantuan yang berharga dan bermanfaat bagi orang lain.

82. Seulas senyuman mampu mendamaikan hati yang gelisah.

83. Kehidupan kita bermakna apabila kita dapat bermanfaat bagi orang lain.

84. Jangan mencemaskan beban yang berat, asalkan tetap berjalan di arah yang benar, pasti akan samapi ke tujuan.

85. Orang yang selalu mengasah orang lain, dirinya sendiri akan terasah, namun bagi orang yang selalu diasah, selain tidak rusak, malah akan lebih bersinar cemerlang, bagaikan berlian yang sesungguhnya.

86. Prinsip penting mencapai keselarasan dalam penyelesaian masalah adalah menyadari kapan saatnya maju dan kapan saatnya mengalah.

87. Dengan bersabar dan mengalah, hidup akan damai dan tenteram; saling bersitegang akan mendatangkan malapetaka.

88. Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Bila hanya menunggu, kesempatan itu akan berlalu dan semuanya sudah terlambat.

89. Mampu mematuhi tata tertib dalam berorganisasi, berpadu hati, ramah tamah, saling mengasihi, dan bergotong royong, berarti sebuah kemajuan yang telah dicapai dalam melatih diri yang dilakukan dengan penuh konsentrasi.

90. Jangan menyia-nyiakan waktu; lakukan hal yang bermanfaat dengan langkah yang mantap.

91. Tak ada yang tidak dapat diatasi dalam hidup ini; dengan adanya tekad, maka segalanya akan dapat diatasi.

92. Jangan pusingkan apakah orang akan memperbaiki perilaku atau sikap buruknya, yang terpenting adalah kita tetap melatih diri dengan sebaik mungkin.

93. Bila cermin dalam hati dapat selalu dibersihkan, maka dapat secara jelas membedakan yang baik dan buruk, yang benar dan salah.

94. Jadikan batin kita sebagai tempat pelatihan diri dan hargailah semua orang dengan sikap kesetaraan.

95. Sebuah tindakan jauh lebih bermakna dibandingkan dengan ribuan ucapan.

96. Walaupun memiliki impian dan harapan pada masa berabad-abad kedepan, namun jangan sampai mengabaikan hal yang ada pada saat sekarang.

97. Kepintaran adalah kemampuan untuk membedakan mana yang menguntungkan dan merugikan. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah.

98. Jangan meremehkan kemampuan sendiri, karenanya mulailah dengan mengubah kondisi hati kita barulah dapat mengubah dunia agar menjadi lebih baik.

99. Lebih baik belajar dari kelebihan orang lain daripada mencari kelemahan dan kesalahan orang lain.

100. Hadapilah kesalahan orang lain dengan lapang dada dan lemah lembut.

101. Iblis yang ada di luar diri kita tidaklah menakutkan, yang mengerikan adalah iblis yang terdapat di dalam hati.

102. Kehidupan manusia bagaikan meniti kawat baja. Bila kita tidak bersungguh-sungguh melihat ke depan, malah sebaliknya selalu menoleh ke belakang, kita pasti akan terjatuh.

103. Faktor pemersatu dalam organisasi adalah toleransi dan tenggang rasa terhadap pendapat yang berbeda.

104. Berbakti adalah sikap yang bersedia berkorban pada saat dibutuhkan oleh orangtua.

105. Kebiasaan buruk bagaikan virus yang menyerang batin manusia, harus dicegah jangan sampai berkembang.

106. Berdana ada 3 macam, memberi bantuan makanan dan pakaian, memberikan nasehat bagi orang yang hatinya sedang hampa, dan memberikan kedamaian kepada orang yang panic dan ketakutan.

107. Masalah di dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja, dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikan.

108. Orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan rendah hati akan dapat meningkatkan kebijaksanaanya.

Demikianlah 108 Kata Perenungan Oleh Master Cheng Yen semoga bermanfaat.

Rabu, 28 November 2012

Kisah Samanera Cilik




Disuatu vihara tinggallah seorang samanera cilik,suatu hari samanera itu diajak ke suatu tempat oleh seorang bhikkhu senior divihara itu. tempat tersebut berada dibelakang vihara dan tempat tersebut tidak pernah dikunjungi oleh satupun orang divihara itu. pada saat dibuka pintu tempat tersebut oleh bhikkhu senior ternyata didalamnya terdapat sebuah kolam yang didalamnya terdapat tengkorak dan air dari kolam tersebut bewarna hijau dan terdapat sebatang kayu papan diatasnya yang menghubungkan satu ujung dengan ujung yang lainnya. samanera ini bertanya kepada bhikkhu senior itu "kenapa aku diajak kesini??" dan bhikkhu tersebut menjawab "saya mengajak kamu kesini karena saya akan mengetes kamu untuk menyebrangi kolam itu"  alangkah kagetnya samanera itu. lalu bhikkhu senior itu kembali berkata "kamu akan menyebrangi kolam ini minggu depan, maka selama satu minggu kamu harus terus berlati ingat itu dan satu lagi air kolam itu adalah air keras dan jika kamu terjatuh dan gagal maka kamu akan meninggal". Samanera cilik itu bertambah kaget setelah mengetahui hal tersebut, lalu samanera tersebut diajak keluar dari tempat itu. Setelah kembali dari tempat itu samanera terus terus dan terus berlatih untuk mempersiapakan semuanya, dan awal latihan beliau gagal tetapi akhirnya lama kelamaan berhasil. Dan tibalah waktunya dimana samanera itu harus menyebrangi kolam itu, lalu tibalah mereka di tempat tersebut sebelum masuk bhikkhu itu bertanya kepada samanera cilik itu “apakah kamu sudah siap??” jawab samanera cilik itu dengan lantangnya “saya siaaappp….” Akhirnya dibukalah pintu dari tempat tersebut dan apa yang terjadi ternyata tanpa diduga samanera cilik ternyata papan kayunya menjadi lebih kecil, dan hal tersebut membuat samanera cilik itu menjadi tidak yakin padahal sebelumnya beliau sudah yakin bisa menyebrangi kolam itu. Lalu bhikkhu senior berkata “hayo, silahkan kamu menyebrangi kolam tersebut” dengan terpaksa ,rasa ragu, dan takut samanera cilik itu menyebrangi kolam dengan hati-hati dan ternyata pada saat beliau tiba di tengah kolam samanera cilik itu menjadi tidak seimbang dan terjatuh Dan bhikkhu senior itu tertawa terbahak-bahak menyaksikan hal tersebut. Dan apa yang terjadi samanera itu kaget ternyata beliau tidak apa-apa, lalu beliau bertanya kepada bhikkhu senior tersebut “bhante, kenapa saya tidak mengalami apapun padahal air kolam  ini adalah air keras kata kamu waktu itu??” lalu bhikkhu itu menjawab “ternyata kamu mudah terpengaruh akan apa yang di ucapkan oleh orang lain. Sebenarnya air dari kolam hanyalah air biasa, karena keraguan dan ketakutan kamu maka membuat kamu gagal dalam menyebrangi kolam tersebut. Seandainya saja kamu yakin pada diri kamu sendiri bahwa kamu bisa walau papan tersebut menjadi lebih kecil kamu pasti berhasil menyebrangi kolam tersebut” dengan basah samanera dan bhikkhu itu kembali kevihara, dari hal tersebut samanera cilik itu belajar bahwa kita harus yakin pada diri sendiri bahwa kita bisa melakukan sesuatu hal walau apa yang kita hadapi itu sulit dan tidak mudah percaya akan apa yang diucapkan seseorang karena apa yang diucapkan belum tentu benar adanya.

kesimpulan: - bahwa kita harus yakin pada diri sendiri bahwa kita bisa melakukan sesuatu hal walau apa yang kita hadapi itu sulit.
-tidak mudah percaya akan apa yang diucapkan seseorang karena apa yang diucapkan belum tentu benar adanya.

Cerita ini dikutip dari buku sicacing dan kotoran kesayangannya edisi pertama
Semoga cerita ini bermanfaat bagi anda sekalian. Thx

Masih Ada Hari Esok

Ada sebuah kisah, suatu hari Raja Neraka merasa jumlah penghuni neraka semakin berkurang dan dengan gelisah bertanya pada iblis penjaga neraka, "Bagaimana caranya untuk meningkatkan jumlah penghuni neraka ini?"

Jende

ral berkepala kerbau menjawab, "Saya akan pergi ke alam manusia dan memberi tahu manusia bahwa 'tidak ada surga' di dunia ini, jadi tidak perlu lagi berbuat kebajikan. Kebajikan sebanyak apa pun, hati sebaik apa pun sama sekali tiada gunanya."

Mendengar usul tersebut, Raja Neraka menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Mengatakan demikian kepada manusia, kekuatannya tidak cukup kuat."

Jenderal berwajah kuda berkata, "Saya akan ke bumi dan memberi tahu manusia bahwa 'tidak ada neraka', sehingga mereka bebas melakukan apa saja dan mengerjakan apa saja sesuka hati."

Raja Neraka berpikir dan menganggap perkataan yang demikian pun tidak akan berpengaruh besar. Pada saat itu, ada satu setan kecil yang berkata, "Aku akan mengunjungi mereka dan memberitahukan mereka bahwa 'masih ada hari esok."

Mendengar usul tersebut, Raja Neraka dengan puas menitahkan, "Betul!" Cepat umumkan kepada segenap umat manusia bahwa, "Setiap orang masih memiliki hari esok.' Manusia mudah mengendur, jika mereka mengetahui bahwa masih ada hari esok, mereka akan berpikir masih ada waktu; Meningkatkan kualitas diri, lakukan saja besok; Berbuat baik, kerjakan saja besok. Segala harapan diletakkan pada hari esok, semangat untuk mengejar kemajuan akan patah. Dengan terpatahkannya semangat, maka kelengahan akan timbul, dan mereka pada akhirnya akan terjerumus ke neraka."

Dari sini dapat disimpulkan: Kehidupan manusia tidak kekal, bagaimana kita dapat berpikir untuk menunggu hari esok?

Dikutip dari Buku Ilmu Ekonomi Kehidupan (Karya Master Cheng Yen).

Minggu, 30 September 2012

Riwayat Para Samma Sambuddha


BUDDHA KASSAPA

Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali; dan salah satu dari 7 Buddha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda).

Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah Varanasi. Beliau adalah putra dari Brahmadatta dan Dhanavati dan termasuk dalam suku Kassapa. IstriNya adalah Sunanda dan Vijitasena adalah putraNya. Beliau menjalani kehidupan berumah tangga selama 2.000 tahun dan hidup dalam istana-istana yaitu Hamsa, Yasa dan Sirinanda. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi.

IstriNya mempersembahkan nasi susu; dan Soma memberinya rumput untuk tempat dudukNya tepat sebelum pencerahanNya. Yana adalah pohon bodhiNya. Beliau menyampaikan kotbah pertamaNya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu; dan menunjukkan keajaiban gandaNya di kaki pohon Asana di bagian luar Sundaranagara.

Banyak legenda dihubungkan denganNya; dan cerita tentang percakapan Yakkha Naradeva adalah yang paling menarik. Tissa dan Bharadvaja adalah bhikkhu utamaNya; dan diantara para bhikkhuni Anula dan Uruvela adalah pengikutNya yang paling terkenal. PembantuNya adalah Sabbamitta. Konon wajah keemasan Maha Kacchana disebabkan karena persembahan sebuah batu bata emasnya untuk tempat pemujaan Kassapa.

Buddha Kassapa hidup selama 20.000 tahun dan meninggal di Taman Setavya di Kashi.

Selama jaman Buddha Kassapa, Bodhisatva hidup sebagai seorang pemuda brahmin dengan nama Jotipala.

Faxian (Fahsien) dan Xuangzang (Huan Tsang) juga menunjukkan keberadaan fisik tempat-tempat pemujaan Kassapa.

Teks-teks Sansekerta Buddhist seperti Divyavadana 333 f.; Mahavastu i. 114 menyebut Kassapa sebagai Kashyapa


BUDDHA VESSABHU

Buddha Vessabhu dalam tradisi Pali dianggap sebagai Buddha ke 21.
Beliau dilahirkan di Anoma. Nama ayahNya adalah Supattita dan ibuNya adalah Yasavati.
Beliau dinamakan dengan nama ini karena saat lahir Beliau berteriak seperti seekor sapi jantan.
Nama istriNya adalah Suchitta; dan putraNya adalah Suppabuddha.
Beliau hidup sebagai perumah tangga selama 6.000 tahun dan hidup di tiga istana antara lain Ruchi, Suruchi dan Vaddhana. Beliau melepaskan keduniawian di sebuah tandu emas; dan melakukan latihan keras hanya selama 6 bulan. Tepat sebelum pencerahanNya, Beliau menerima nasi susu dari Sirivaddhana. Raja naga Narinda mempersiapkan tempat dudukNya. Beliau mencapai pencerahan di bawah pohon Sal. Beliau menyampaikan kotbah pertamaNya kepada putra saudaraNya yaitu Sona dan Uttara yang menjadi murid utamaNya. Pembantu utamaNya adalah Upasanta (juga disebut Upasannaka). Diantara para pendukung priaNya Sotthika dan Rama adalah yang utama dan Gotami dan Sirima adalah yang utama diantara para pendukung wanitaNya.

Beliau meninggal di Khemarama pada umur 60.000 tahun.

Bodhisatva hidup sebagai Raja Sarabhavati dan mempunyai nama Sudassana selama jaman Buddha Vessabhu.

Catatan: Beliau dipanggil Vishvabhu di Divyavadana 333.


BUDDHA KAKUSANDHA

Buddha Kakusandha dikenal sebagai Buddha ke 22 dalam tradisi Pali.
Beliau dilahirkan di Taman Khema. Nama ayahNya adalah Aggidatta yang menjadi seorang pendeta Brahmin di masa Raja Khemankara di Khemavati. Nama ibuNya adalah Visakha. Nama istriNya adalah Virochamana dan Uttara adalah putraNya.

Beliau melepaskan kehidupan duniawi di sebuah kereta kuda pada umur 4.000 tahun; dan melakukan latihan keras selama 8 bulan. Beliau menerima nasi susu dari seorang gadis Brahmin Vajirindha dari desa Suchirindha tepat sebelum pencapaian pencerahanNya; dan duduk di tempat duduk rumput yang disediakan oleh Subbhadda. Beliau mencapai pencerahan di bawah pohon Sirisa; dan menyampaikan kotbah pertamaNya kepada perkumpulan 84.000 bhikkhu di suatu taman dekat Makila.

Diantara para bhikkhu Vidhura dan Sanjiva adalah murid utamaNya; dan diantara para bhikkhuni adalah Sama dan Champa. Pembantu pribadi utamaNya adalah Buddhija. Diantara para pendukung pria Acchuta dan Samana adalah yang utama; sedangkan diantara para pendukung wanita Nanda dan Sunanda adalah pendukung utamaNya. Acchuta mendirikan sebuah vihara untuk Buddha Kakusandha di tempat sama dimana Anathapindika belakangan mendirikan Jetavana Arama untuk Buddha Gotama.

Menurut Samyutta Nikaya (II. 194) gunung Vepulla Rajgir saat itu dinamakan Pachinvamsa; dan rakyat dari daerah Tivara.

Beliau meninggal pada umur 40.000 tahun.

Bodhisatva pada jaman Buddha Kakusandha dilahirkan sebagai raja Khema.

BUDDHA KONAGAMANA

Konagamana adalah Buddha ke 23 dan Buddha ke 2 diantara Buddha yang lahir di Kappa Bhadda.

Lahir di Taman Subhagavati di Sobhavati, ibukota dari raja Sobha, Beliau adalah putra dari seorang Brahmin bernama Yannadatta. Uttara adalah ibuNya. IstriNya adalah Ruchigatta dan Satthavaha adalah putra mereka. Beliau hidup sebagai perumah tangga selama 3.000 tahun di 3 istana: Tusita, Santusita dan Santuttha. Selanjutnya Beliau melepaskan kehidupan duniawi dengan menunggang seekor gajah. Beliau melakukan latihan keras selama 6 tahun. Beliau menerima nasi susu dari seorang wanita Brahmin Aggisoma; dan rumput untuk tempat dudukNya dari Tinduka. Pohon pencapaian pencerahanNya adalah Udumbara. Beliau menyampaikan kotbah pertamaNya di Taman Sudassana Nagara.

Beliau meninggal di Pabbatarama pada umur 30.000 tahun. MuridNya yang utama diantara para bhikkhu adalah Bhiyya dan Uttara; dan Samudda dan Uttaraa diantara para bhikhuni. Pembantu utamaNya adalah Sotthiya. Di antara para pengikut pria awam Ugga dan Somadeva adalah yang populer; sedangkan diantara para pengikut wanita awam Sivala dan Sama adalah yang terpopuler.

Saat Buddha dilahirkan, kemudian diikuti dengan hujan emas di seluruh India purba (Jambu dvipa). Maka Buddha dinamakan Kanakagamana dimana dalam proses waktu menjadi Konagamana. Selama jamanNya gunung Vepulla di Rajgir dikenal sebagai Vankaka; dan rakyat di daerah tersebut disebut sebagai Rohitassa.

Bodhisatva dilahirkan sebagai seorang Khattiya (Chatriya) di Mithila pada saat Buddha Konagamana dan saat itu namanya adalah Pabbata.

Sumber-sumber berhubungan dengan ilmu purbakala mendukung keberadaan stupa yang didirikan di tempat kelahiran Buddha Konagamana dimana Asoka Maha Besar membesarkan ukurannya 2 kali lipat dan memujanya di masa pemerintahannya ke 20 tahun. (Lihat Hultszch, Tulisan Asoka p. 165). Faxian (Fahsien) yang mengunjungi India dari 399-414 Masehi; dan Xuangzang (Huan Tsang) yang tinggal di India dari 629-645 Masehi juga memberikan petunjuk keberadaan fisik dari stupa-stupa Konagamana di tempat kelahiranNya.

Teks-teks Sansekerta Buddhis seperti Divyavadana (333 f.); Mahavastu (i. 114) menyebut Konagamana sebagai Kanakamuni.


BUDDHA SAKYAMUNI

Buddha Sakyamuni / Sidharta Gautama adalah Sammasambudha di kalpa kita saat ini. Beliau adalah putra seorang raja yang bernama Sudhodana dan ibunya Mahamaya. Beliau meninggalkan kehidupan gemerlap di istana serta segala kemewahaannya dan memutuskan untuk mencari jalan untuk mengatasi penderitaan. Beliau mencapai Kebudhaan dibawah pohon Bodhi setelah menemukan 4 kesunyataan mulia, yang antara lain mengajarkan tentang: Adanya Dukkha, Sebab Dukkha, Lenyapnya Dukkha serta Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha.

BUDDHA MAITREYA

Maitreya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. Selanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali.

Lebih lanjut lagi,menurut ramalan Budha Sakyamuni, beliau akan dihitung sebagai Buddha yang terakhir di aeon sekarang yaitu Kappa Bhadda. Dipercayai bahwa Beliau akan dilahirkan saat kehidupan manusia diperpanjang sampai 84.000 tahun. Tempat kelahiranNya adalah Ketumati di masa pemerintahan Chakkavatti Samkha dimana dia sendiri akan menjadi pengikut Buddha dan melepaskan kehidupan duniawi.

Maitreya akan dilahirkan di sebuah keluarga terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Nama sukuNya juga Metteya. Nama ayahNya adalah Subrahma dan ibuNya adalah Brahmawati. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai putra Brahmavaddhana. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.000 tahun yaitu Sirivaddha, Vaddhamana, Siddhattha dan Chandaka. Selanjutnya Beliau akan melepaskan keduniawian setelah melihat 4 tanda.

Yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua saudaraNya Isidatta dan Purana Jatimitta dan Vijaya diantara pengikut pria dan Suddhana, Sanghaa dan Visakhaa diantara pengikut wanita. Yang akan menjadi murid-murid utamaNya diantara para bhikkhu adalah Asoka dan Brahmadeva dan diantara para bhikkhuni adalah Paduma dan Sumana. Siha akan menjadi pembantu pribadiNya. Beliau akan mencapai pencerahan di bawah pohon Naga.

Telah menjadi tradisi bahwa Buddha akan datang berdiam di dunia Dewa Tusita dengan nama Nath. Beliau sering digambarkan atau diukir dalam mahkota-mahkota dan permata-permata karena Beliau belum melepaskan kehidupan duniawi.